Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada masa awal kehidupannya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi hingga 2 tahun atau lebih. ASI eksklusif berarti bayi hanya mendapatkan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain hingga 6 bulan, termasuk air putih, kecuali obat atau vitamin yang diresepkan oleh tenaga kesehatan.
Pemberian ASI eksklusif memiliki banyak manfaat, baik bagi bayi maupun bagi Moms. Bagi bayi, ASI mengandung nutrisi lengkap yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu perkembangan otak. Sementara bagi Moms, menyusui dapat membantu mempercepat pemulihan setelah melahirkan dan mempererat ikatan emosional dengan bayi. Agar manfaat tersebut dapat diperoleh secara optimal, penting bagi Moms untuk memahami cara pemberian ASI eksklusif yang tepat.
1. Memulai Menyusui Sedini Mungkin
Langkah pertama dalam pemberian ASI eksklusif adalah memulai proses menyusui sesegera mungkin setelah bayi lahir. Praktik ini dikenal sebagai inisiasi menyusu dini (IMD). Idealnya, bayi mulai menyusu dalam satu jam pertama setelah kelahiran.
Pada periode ini, bayi biasanya secara alami akan mencari puting ibu dan mulai menyusu. Proses IMD membantu merangsang produksi ASI serta memberikan kolostrum kepada bayi. Kolostrum adalah ASI pertama yang berwarna kekuningan dan kaya akan antibodi yang sangat penting untuk melindungi SI Kecil dari infeksi.
2. Memastikan Posisi dan Pelekatan yang Benar
Salah satu faktor penting dalam keberhasilan menyusui adalah posisi dan pelekatan bayi pada payudara Mom. Posisi yang benar akan membuat SI Kecil lebih mudah mendapatkan ASI dan mencegah Mom mengalami nyeri pada puting.
Beberapa tanda pelekatan yang baik antara lain:
- Mulut bayi terbuka lebar saat menyusu
- Sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi
- Dagu bayi menempel pada payudara
- Mom Tidak terdengar bunyi kecapan saat bayi menyusu
Posisi tubuh bayi sebaiknya menghadap ke tubuh Mom secara langsung, dengan kepala dan badan bayi berada pada satu garis lurus. Dengan posisi ini, Si Kecil dapat menyusu dengan lebih efektif.
3. Menyusui Sesuai Kebutuhan Bayi
Dalam pemberian ASI eksklusif, Moms dianjurkan menyusui bayi sesuai kebutuhan atau dikenal dengan istilah on demand feeding. Artinya, Si Kecil disusui kapan pun ia menunjukkan tanda lapar, seperti mengisap jari, membuka mulut, atau gelisah.
Bayi baru lahir biasanya menyusu sekitar 8-12 kali dalam sehari. Frekuensi ini penting untuk merangsang produksi ASI agar tetap lancar. Hindari menjadwalkan waktu menyusui secara kaku karena setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda.
4. Memberikan ASI Hingga Payudara Kosong
Saat menyusui, sebaiknya Si Kecil dibiarkan menyusu pada satu payudara hingga terasa lebih kosong sebelum berpindah ke payudara lainnya. Hal ini penting karena komposisi ASI berubah selama proses menyusui.
ASI yang keluar pada awal menyusui biasanya lebih encer dan berfungsi untuk menghilangkan rasa haus bayi. Sementara ASI yang keluar pada akhir sesi menyusui lebih kaya lemak dan berperan penting dalam meningkatkan berat badan bayi.
Dengan membiarkan bayi menyusu hingga payudara lebih kosong, Si Kecil akan mendapatkan nutrisi yang lebih lengkap.
5. Menghindari Pemberian Makanan atau Minuman Tambahan
Selama enam bulan pertama kehidupan,Si Kecil tidak memerlukan makanan atau minuman tambahan selain ASI. Memberikan susu formula, air putih, atau makanan lain terlalu dini dapat mengganggu penyerapan nutrisi dari ASI dan meningkatkan risiko infeksi pada bayi.
Selain itu, penggunaan botol atau dot juga dapat menyebabkan SI Kecil bingung puting. Kondisi ini membuat bayi kesulitan menyusu langsung dari payudara Mom.
6. Menjaga Kesehatan dan Asupan Nutrisi Ibu
Kualitas dan produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan Mom. Oleh karena itu, ibu menyusui perlu menjaga pola makan yang seimbang dan cukup cairan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan ibu antara lain:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Minum air yang cukup setiap hari
- Istirahat yang cukup
- Mengelola stres dengan baik Dengan menjaga kesehatan tubuh, Moms dapat memproduksi ASI secara optimal untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Dengan menjaga kesehatan tubuh, Moms dapat memproduksi ASI secara optimal untuk memenuhi kebutuhan bayi.
7. Memerah dan Menyimpan ASI dengan Benar
Bagi Moms yang bekerja atau memiliki aktivitas di luar rumah, ASI dapat diperah dan disimpan untuk diberikan kepada bayi di lain waktu. ASI perah sebaiknya disimpan dalam wadah steril dan diberi label tanggal penyimpanan. ASI dapat bertahan beberapa jam pada suhu ruang, lebih lama di dalam lemari pendingin, dan bahkan bertahan beberapa bulan jika disimpan di dalam freezer. Cara penyimpanan yang benar akan menjaga kualitas nutrisi dalam ASI tetap baik.
Pemberian ASI eksklusif merupakan investasi penting bagi kesehatan bayi di masa depan. Dengan memahami cara pemberian ASI eksklusif yang benar, mulai dari inisiasi menyusu dini, posisi yang tepat, menyusui sesuai kebutuhan bayi, hingga menjaga kesehatan dan nutrisi ibu, bayi dapat memperoleh nutrisi terbaik pada masa awal kehidupannya. Tidak hanya itu, Moms pun juga bisa lebih mudah menjalani masa menyusui selama 2 tahun.
Komitmen dan dukungan dari keluarga serta lingkungan juga sangat membantu keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Bila Moms bekerja, Moms bisa meminta kerja sama dengan pihak kantor agar Moms diizinkan untuk memerah ASI selama di jam kantor karena kerja sama yang baik turut mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Di masa-masa awal kehidupan Si Kecil, selain Moms fokus pada pemberian ASI eksklusif untuk Si Kecil, Moms juga tidak boleh lupa dengan kebutuhan dasar Si Kecil lainnya, yaitu popok. Di masa awal kehidupannya, Si Kecil butuh popok yang bukan hanya menyerap, tapi juga menjaga kulitnya tetap lembut dan nyaman. Di sinilah Merries Premium Pants bisa jadi pilihan Moms.
Merries Premium Pants memiliki lapisan terluar 5++ miliar pori sirkulasi udara yang tak hanya menahan cairan dengan baik namun juga membantu melepas udara lembab, sehingga kulit Si Kecil tetap bebas bernapas dan membantu menjaga kulit Si Kecil tetap kering. Dilengkapi dengan terowongan udara yang elastis di bagian pinggang, Merries Premium Pants mampu melepaskan udara di area pinggang Si Kecil namun tidak meninggalkan bekas kemerahan. Popok ini juga mampu menangkap kotoran lunak dan pipis di sela popok sehingga tidak menyebar.
Merries Premium Pants juga dilengkapi dengan alarm penanda pipis dan roll up tape sehingga memudahkan Moms mengganti popok tepat waktu tanpa mengganggu kenyamanan Si Kecil. Ketika Si Kecil banyak menyusu, misalnya saat Si Kecil berada di fase growth spurt sekalipun, Moms tidak perlu khawatir popoknya bocor karena daya tampung Merries Premium Pants banyak. Pastikan Moms memilih popok yang lembut, kering, dan nyaman seperti Merries Premium Pants. Dapatkan segera Merries Premium Pants di sini dan buktikan kenyamannya.